ANALISA UNJUK KERJA BAHAN BAKAR HASIL PENGOLAHAN OLI
BEKAS PADA MOTOR DIESEL
Abstrak
Oli
bekas adalah limbah yang mengandung logam berat dari bensin atau mesin
bermotor.
Diketahui bahwa oli bekas memiliki nilai kalor yang cukup besar sehingga
berpotensi
digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini melakukan
pemanfaatan
limbah oli bekas dilakukan dengan treatment terhadap
oli bekas
menggunakan
media asam sulfat sebagai pelarut residu yang terkandung. Oli bekas
diendapkan dan
disaring untuk mengurangi residu yang bersifat makro, kemudian
dipanaskan pada
reaktor dengan suhu 150oC
dan dilakukan treatment dengan
asam
sulfat serta
dilakukan pengadukan dengan putaran 300 rpm, , dilanjutkan dengan
melakukan
beberapa kali filter dan kemudian penambahan larutan alkali NaOH untuk
mengurangi
kadar asam bahan bakar hasil treatment sebelum
siap digunakan sebagai
campuran bahan
bakar pada mesin diesel. Bahan bakar yang hasil ditreatment diuji
pada mesin
diesel yang dikopel pada universal
dynamometer. Dari hasil penelitian
didapat
karakteristik sifat sampel bahan bakar uji masih mendekati solar. Pengujian
unjuk kerja
mesin yaitu torsi dan daya mesin memiliki selisih yang cukup besar
dengan rentang
30 – 68% lebih kecil dari solar nilai 1.540 – 1.273 Nm untuk torsi dan
0.183- 0.149 Hp
untuk BHP pada putaran 1000-2000 rpm. BSFC memiliki selisih
lebih besar 20
– 150% dari solar berkisar antara 0.666-0879 kg/hp.jam pada putaran
1000-2000 rpm.
Pada pengujian emisi gas buang selisih melebihi 30% dengan solar.
Kata kunci: Oli bekas, asam sulfat, diesel, daya, torsi,
konsumsi bahan bakar, emisi gas buang
Keywords: used oil , sulfuric acid , diesel , power , torque , fuel
consumption , exhaust,
emission
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Energi merupakan unsur penting dalam kehidupan modern, dimana
setelah terbatasnya
dan ketersediaan energi bahan bakar fosil yang akan semakin
menipis, maka diperlukan
banyak sumber energi lain sebagai sumber energi alternatif
dimasa depan, pemanfaatan energi
yang ada pada masyarakat masih didominasi oleh bahan bakar fosil
dimana salah satunya
yaitu minyak bumi. Umumnya, marak dikembangkan sumber energi
yang berasal dari
makhluk hidup atau biofuel,
atau pun juga sumber energi dari alam yang sumbernya tidak
akan habis seperti sumber energi air ataupun sumber energi dari
matahari. Di jaman modern
ini semakin dikhawatirkan rusaknya ekosistem atau habitat
makhluk hidup, maka upaya daur
ulang dari dari limbah berbahaya hasil pengolahan industri dan
mesin pun juga mulai diteliti
untuk dikembangkan menjadi salah satu sumber energi, baik itu
limbah industri, limbah dari
makhluk hidup, limbah pabrik, maupun limbah dari motor bakar.
Oli bekas merupakan salah
satu limbah yang berasal dari proses motor bakar dan mengandung
logam berat dari bensin
atau mesin bermotor. Penyebaran oli bekas sudah sangat luas dari
kota besar sampai ke
wilayah pedesaan sehingga sudah seharusnya kegiatan yang
menghasikan banyak oli bekas
harus banyak dikurangi dan cepat ditanggulangi penanganannya.
1.2. Tujuan
Tujuan penelitian adalah menganalisa sifat fisik atau
karakteristik bahan bakar serta
unjuk kerja dan emisi gas buang dari bahan bakar yang diperoleh
dari pemanfaatan kembali
limbah oli bekas kendaraan bermotor yang bisa dimanfaatkan
kembali sebagai suatu produk
bahan bakar cair untuk mesin.
2. METODE
2.1. Prosedur Penelitian dan Persamaan
Secara teknis bahan bakar cair merupakan sumber energi yang
terbaik, mudah ditangani,
mudah dalam penyimpanan dan nilai kalornya cenderung konstan.
Sifat-sifat fisik dari bahan
bakar cair merupakan bagian yang penting untuk diambil sebagai
dasar perhitungan mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bahan bakar. Beberapa sifat
fisik bahan bakar cair antara
lain :
1. Flash Point
2. Fire point
3. Temperatur penyalaan sendiri (Auto ignition
Temperature).
4. Viskositas
5. Nilai kalor
6. Densitas
2.1.1 Brake Horse
Power
Brake Horsepower (Bhp) merupakan besaran untuk mengindikasikan
horsepower aktual
yang dihasilkan oleh sebuah mesin. Bhp biasanya diukur dengan
peralatan pengukur daya
yang ditempatkan pada driveshaft mesin..
Sebuah peralatan dapat digunakan untuk mengukur gaya-gaya yang bekerja pada
mesin
dan menghitung besarya nilai gaya tersebut yang diukur adalah
torsi dan kecepatan sudut dari
daya poros yang dihasilkan oleh mesin. Alat yang digunakan untuk
mengukur torsi adalah
dynamometer.
2.1.2 Pemakaian Bahan Bakar Spesifik
(BSFC)
Pemakaian bahan bakar spesifik adalah perbandingan banyaknya
pemakaian bahan bakar
setiap jam tiap daya yang dihasilkan. Nilai pemakaian bahan
bakar spesifik yang makin
kecil/rendah menunjukkan efisiensi yang main tinggi. Besar
pemakaian bahan bakar spesifik
dihitung dengan persamaan berikut
(Kg / Hp. jam)
Bhp
FC
BSFC = (2)
Dimana :
FC = Konsumsi bahan bakar ( Kg/jam)
Bhp = Daya output (Hp)
2.1.3 Alat Pengujian
Alat pengujian berupa reaktor pengolah limbah oli
bekas berfungsi untuk mentreatment
bahan baku oli bekas yang nantinya akan diolah untuk menjadi
bahan bakar mirip diesel.
Elemen-elemen atau bagian-bagian yang terkandung
dalam alat pengolah limbah oli bekas
meliputi ; pompa yang berfungsi untuk memompa fluida, kemudian
heater sebagai pemanas
dalam reaktor, termometer sebagai pencatat suhu atau temperatur,
dan filter berbagai jenis
yang berfungsi untuk menyaring residu pada oli bekas, baik
sebelum dan setelah proses
treatment dengan asam sulfat.
Komponen – kompenen dari reaktor pengolah limbah oli bekas
antara lain :
a. Saluran input
b. Filter
c. Tabung penyimpanan dan penyaringan tahap I
d. Pompa
e. Reaktor pemanas
f. Mesin pengaduk
g. Pemanas / heater
h. Thermometer
i. Filter multi layer
j. Pasir zeolit
k. Tabung penyimpanan dan penyaringan tahap II
l. Tabung tempat pengolahan dengan NaOH
m. Tabung penyimpanan hasil akhir pengolahan limbah oli bekas.
Prinsip kerja dari reaktor pengolah limbah oli
bekas secara garis besar terdiri dari
beberapa tahap sebagai berikut, pertama oli bekas sebelum
memasuki bak penampungan
dilakukan penyaringan tahap I, hal ini bertujuan untuk
memisahkan kotoran-kotoran yang
terdapat pada bahan baku oli bekas. Kemudian dari tanki
penampungan bahan baku oli bekas
dipompa ke reaktor pemanas. Di dalam reaktor pemanas oli bekas
dipanaskan dengan heater
sampai suhu 1500C dan ditreatment dengan
asam sulfat dengan konsentrasi 5%, dalam proses
ini pada waktu proses treatment juga
dilakukan pengadukan dengan alat pengaduk 200 rpm
selama 2 jam. Setelah proses treatment dilakukan, oli bekas
dalam reaktor kemudian
didiamkan selama 24 jam, kemudian dipompa ke bak penampungan
berikutnya yang akan
disaring dengan menggunakan pasir zeolit, setelah disaring oli hasil
tretament juga
ditambahkan larutan alkali yaitu NaOH untuk mengurangi sifat
asam akibat asam sulfat
dengan konsentrasi 5%, kemudian dilakukan kembali penyaringan
dengan pasir zeolit
kembali untuk menyerap air yang terkandung akibat penambahan
NaOH, dan berlanjut ke
penyaringan terakhir dengan filter sebelum oli treatment siap digunakan sebagai bakar cair.
Variabel bebas sampel pengujian terdiri dari tiga
buang sampel antara lain ; BBC 40 (bahan
bakar oli hasil treatment 40%, solar 60%), BBC 50 (bahan bakar
oli hasil treatment 50%,
solar 50%), BBC 60 (bahan bakar oli hasil treatment 40%, solar
60%). Pada dynamometer
putaran mesin divariasikan dari 1000rpm, 1200rpm, 1400rpm,
1600rpm, 1800rpm dan
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Gambar dan Tabel
Dari hasil pengujian didapat karakteristik sifat
sampel bahan bakar uji yaitu BBC 40, BBC
50 dan BBC 60 masih mendekati solar dengan nilai densitas sampel
BBC berkisar antara
0,821-0,829 kg/lt, viskositas dengan rentang nilai dari
4.874-8.213 centistokes, sedangkan
untuk nilai flash point memiliki
nilai berkisar antara 62-66oC dan 65-68oC
untuk nilai fire
point. Nilai kalor BBC berkisar antara 41,102-43,091 MJ/kg untuk HHV
dan 39,182-40,926
0.805
0.81
0.815
0.82
0.825
0.83
0.835
Solar BBC 40 BBC 50 BBC 60
Specific Gravity
Sampel bahan bakar
0.805
0.81
0.815
0.82
0.825
0.83
Solar BBC 40BBC 50 BBC 60
Densitas kg/lt
Sampel bahan bakar
0
2
4
6
8
10
Solar BBC 40BBC 50BBC 60
Viskositas
(Centistokes
Sampel bahan bakar
55
60
65
70
Solar BBC
40
BBC
50
BBC
60
Temperatur oC
Sampel bahan bakar
Flash Point
Fire Point
36
38
40
42
44
46
Solar BBC 40BBC 50BBC 60
Nilai kalor (MJ/kg Sampel bahan bakar
HHV
LHV
MJ/kg untuk LHVSelain viskositas, nilai karakteristik sampel BBC
terpaut tidak terlalu jauh
dengan bahan bakar solar, karakteristik viskositas sampel bahan
bakar BBC dipengaruhi
besaran jumlah konsentrasi campuran dengan solar, dimana hal ini
menunjukkan bahwa
viskositas dari bahan baku yaitu oli bekas tidak berubah secara
signifikan dalam proses
treatment dengan asam sulfat, namun dari besaran nilai kalor
yang tidak terpaut jauh dengan
bahan bakar solar sehingga bisa dikatakan cukup layak diproses
pada mesin diesel.
Pengujian
unjuk kerja mesin yaitu torsi dan daya mesin memiliki selisih yang cukup besar
dengan
rentang 30 –
68% lebih kecil dari solar nilai 1.540 – 1.273 Nm untuk torsi dan 0.183- 0.149
Hp untuk
BHP pada
putaran 1000-2000 rpm. BSFC memiliki selisih lebih besar 20 – 150% dari solar
berkisar
antara
0.666-0879 kg/hp.jam pada putaran 1000-2000 rpm. Meskipun BBC 40, 50 dan 60
memiliki
Nilai
kalor yang cukup besar, rendahnya
nilai torsi dan Bhp yang diperoleh disebabkan
karakteristik viskositas BBC yang cukup tinggi sehingga
berpengaruh terhadap besaran
droplet yang disemprotkan dalam ruang bakar memiliki dampak pada
pada proses atomisasi
campuran bahan bakar dengan udara yang mengakibatkan kinerja
mesin menjadi menurun.
(a) Kandungan gas buang CO, (b) kandungan gas
buang CO2
(c) Kandungan HC pada gas buang, (d) kandungan
O2 pada
gas buang
Kadar kepekatan
asap
(a) (b)
(c) (d)
Emisi
gas buang BBC hasil
treatment lebih didominasi karena nilai kalor dan properties
bahan bakar sehingga berpengaruh terhadap emisi gas yang
dihasilkan, dibanding sifat fisik
bahan bakar yang lain (densitas dan viskositas). Dengan kata
lain meskipun densitas dan
viskositas tinggi, BBC hasil treatment bisa terbakar dengan
cukup baik dan gas buang yang
dihasilkan masih memenuhi syarat.
4. keSIMPULAN
Sampel bahan bakar BBC 40, 50 dan 60 yang diuji
masih memiliki karakteristik sifat
fisik yang mendekati solar, unjuk kerja mesin dan kadar emisi
juga tidak terpaut terlalu jauh
dibandingankan bahan bakar solar. BBC bisa digunakan pada mesin
diesel dengan cukup
baik, namun karena viskositas yang masih cukup tinggi sebaiknya
hanya digunakan pada
mesin diesel statis dengan putaran rendah.
DAFTAR PUSTAKA
[1]. Arpa and Yumrutas, 2009, Production of diesel-like fuel from
waste engine oil by
pyrolitic distilation, Science Direct.
[2]. Arpa and Yumrutas, 2009, Experimental investigation of the
effects of diesel-like fuel
obtained from waste lubrication oil on
engine performance and exhaust emission,
Science Direct.
[3]. Emam and Shoaib, 2012, Re-refining of Used Lubed Oil, II-by
Solvent/Clay and
Acid/Clay-Percolation Processes, Egypt, ARPN Journal of science and technology Vol,
2 No 11
[4]. Raharjo, 2007, Pemanfaatan TEA ( Three Ethyl Amin) Dalam Proses Penjernihan Oli
Bekas Sebagai Bahan Bakar Pada Peleburan
Aluminium, Surakarta,
Jurnal Penelitian
Sains dan Teknologi Vol. 8, No.2, 2007
[5]. SV Gupta, 2002, Practical density measurement and hydrometry, institute of
physics,
New Delhi, Institute of Physics
Publishing Bristol and Philadelphia
[6]. Wongkhorsub. C, Chindapraset.N, 2013, A Comparison of the
use of Pyrolysis Oils in
Diesel Engine, Bangkok, Thailand, Energy and Power Engineering,
2013,5,350-355
[8]. Kompas 20 Februari, 2014, Limbah bahan berbahaya dan
beracun (B3) Bisnis yang
menggiurkan (Diakses tanggal : 15 Nopember 2015)
[9]. Keputusan Dirjen Migas No. 3675K/24/DJM/2006 pasal no 59
[10]. VOA Indonesia 2013, 10 Tahun pasca invasi AS (Diakses tanggal : 20 Nopember 2015)
[11]. Miller. Freedrich, 2010, Dynamometer: Force, Torque, Power
(physics), Heat Engine,
Motor, Rotational Speed, Revolutions Per
Minute, Tribology, Physical Therapy,
Kinesiology, Ergonomics, Dynamometer
Car, Engine Test Stand, Hand Strength,
Alphascript Publishing, 2010
Resume : Agung Pratama Hardiansyah ( STTJ - TEKNIK MESIN )
AGUNG
PRATAMA HARDIANSYAH
1)S1 sekolah tinggi teknologi jakarta
2)Jurusan Teknik Mesin, SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI JAKARTA
Kampus A jl.
JATIWARINGIN
Refrensi By :
Dewa Gede Angga Pranaditya1*)*, Ainul Ghurri 1,2)** , Wayan Nata Septiadi 2,2)**
1)S2 Teknik Mesin Program Pascasarjana Universitas Udayana
Jl. Sudirman, Denpasar, Bali 80114
*Email: untd@ymail.com
2)Jurusan Teknik Mesin, Universitas Udayana
Kampus Bukit Jimbaran, Bali 80362
**Email: a.ghurri@gmail.com
1)S2 Teknik Mesin Program Pascasarjana Universitas Udayana
Jl. Sudirman, Denpasar, Bali 80114
*Email: untd@ymail.com
2)Jurusan Teknik Mesin, Universitas Udayana
Kampus Bukit Jimbaran, Bali 80362
**Email: a.ghurri@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar